Transfer Pricing : Langkah-Langkah Penerapan Analisis Kesebandingan

Berikut ini adalah faktor-faktor identifikasi data pembanding yang akan diperbandingkan sbb:

Analisis Tingkat Kesebandingan Data Pembanding Eksternal
No Unsur/Faktor kesebandingan Sub Faktor yang di identifikasi dan perbandingkan
1 Karakteristik barang/harta berwujud dan barang/harta tidak berwujud yang diperjualbelikan, termasuk jasa a. karakteristik barang/harta berwujud
  1. ciri-ciri fisik barang ;
  2. kualitas barang ;
  3. daya tahan barang ;
  4. tingkat ketersediaan barang ; dan
  5. jumlah penawaran barang.
b. karakteristik barang/harta tidak berwujud
  1. jenis transaksi ;
  2. jenis barang tidak berwujud yang diserahkan
  3. jangka waktu dan tingkat perlindungan yang diberikan
  4. potensi manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan barang
  5. tidak berwujud tersebut
c. Jasa
  1. sifat dan jenis jasa ; dan
  2. cakupan pemberian jasa
2 Fungsi masing-masing pihak yang melakukan transaksi
  1. struktur organisasi ;
  2. fungsi-fungsi utama yang dijalankan oleh suatu perusahaan seperti desain,pengolahan, perakitan, penelitian, pengembangan,pelayanan, pembelian, distribusi, pemasaran, promosi, transportasi,keuangan, dan manajemen ;
  3. jenis aktiva yang digunakan atau akan digunakan seperti tanah, bangunan, peralatan, dan harta tidak berwujud, serta sifat dari aktiva tersebut seperti umur, harga pasar, dan lokasi
  4. risiko yang mungkin timbul dan harus ditanggung oleh masing masing pihak yang melakukan transaksi seperti risiko pasar, risiko kerugian investasi, dan risiko keuangan.
3 Ketentuan-ketentuan dalam kontrak/perjanjian Tingkat tanggung jawab, risiko, dan keuntungan yang dibagi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa
4 Keadaan ekonomi Keadaan geografis, luas pasar, tingkat persaingan,tingkat permintaan dan penawaran, serta tingkat ketersediaan barang ataujasa pengganti
5 Strategi usaha Inovasi dan pengembangan produk baru, tingkat diversifikasi barang/jasa, tingkat penetrasi pasar, dan kebijakan-kebijakan usaha lainnya.

Transaksi yang dilakukan antara Wajib Pajak dengan pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dianggap sebanding dengan transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa dalam hal :

  1. tidak terdapat perbedaan kondisi yang material atau signifikan yang dapat mempengaruhi harga atau laba dari transaksi yang diperbandingkan; atau
  2. terdapat perbedaan kondisi, namun dapat dilakukan penyesuaian untuk menghilangkan pengaruh yang material atau signifikan dari perbedaan kondisi tersebut terhadap harga atau laba.

Yang dimaksudkan, pada angka 2, sebagai tindakan penyesuaian untuk menghilangkan pengaruh yang material atau signifikan dari perbedaan kondisi usaha terhadap harga atau laba, adalah harga transfer dari transaksi yang terjadi antara Wajib Pajak dengan pihak afiliasi yang memiliki hubungan istimewa masih dapat dikoreksi agar sesuai dengan data pembanding dari transaksi dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa yang memiliki kesamaan kondisi usaha dengan kondisi usaha dari Wajib Pajak. Data pembanding dapat berupa data pembanding internal ataupun data pembanding eksternal. Sedangkan yang dimaksud dengan ’Tidak berpengaruh secara material dan signifikan’ yaitu apabila transaksi yang dilakukan oleh Wajib Pajak dengan pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa yang mempunyai nilai penghasilan atau pengeluaran tidak melampaui Rp 10.000.000,00.

Perbedaan kondisi transaksi antara transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan transaksi antara pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa secara relatif dapat diminimalkan dengan memberikan nilai atau pembobotan terhadap terhadap data pembanding yang meliputi lima faktor kesebandingan pada tabel diatas sehingga kondisi transaksi/usaha dari data pembanding mendekati/sama dengan kondisi transaksi/usaha dari Wajib Pajak. Usaha lain dapat juga dengan memilih beberapa data pembanding dari berbagai sumber yang selanjutnya dilakukan analisis dan memberikan penilaian, selajutnya dilakukan pemilihan data pembanding yang paling mendekati kondisi usaha dari Wajib Pajak. Data pembanding hasil analisis kesebandingan dapat berupa harga jual, harga beli, rasio gross profit atau rasio net profit baik itu terhadap sales, terhadap COGS, terhadap aktiva, terhadap inventori dll.

Setelah mendapatkan data pembanding langkah selanjutnya adalah menetukan metode harga transfer yang sesuai. Setiap metode memiliki kriteria tersendiri yang harus sesuai dengan kondisi usaha dari Wajib Pajak.

Bersambung..

Tinggalkan komentar

Filed under Tax Looks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s