PPh Pasal 21 WP Penerima Pensiun

Pembayaran uang manfaat pensiun dan sejenisnya dalam kurun waktu 2 (dua) tahun dianggap sebagai pembayaran sekaligus yang mendapat perlakuan tarif PPh khusus yang relatif lebih rendah dari tarif Pasal 17 KUP. Dalam tulisan terdahulu Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) penerima penghasilan dapat dikelompokan menjadi : a) pegawai, b) penerima pensiun, c) bukan pegawai dan d) peserta kegiatan, termasuk kelompok WP OP penerima pensiun adalah penerima pesangon, tunjangan hari tua, jaminan hari tua dan pembayaran sejenisnya. Wajib Pajak penerima pensiun menerima penghasilan berupa:

  1. Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak;
  2. Uang Manfaat Pensiun;
  3. Uang Tunjangan Hari Tua (THT);
  4. Uang Jaminan Hari Tua (JHT).

pemberian uang pesangon, UMP, uang THT, uang JHT dilaksanakan langsung oleh pemberi kerja atau melalui pihak ketiga yaitu: Pengelola Dana Pesangon Tenaga Kerja, Dana Pensiun Pemberi Kerja, atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan, badan  penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja, dan badan lainnya yang sejenis.

Pelaksanaan pemberian uang pesangon, UMP, uang THT, uang JHT dapat diserahkan sekaligus atau diberikan secara bulanan. Termasuk pengertian diserahkan sekaligus adalah apabila tidak diserahkan secara bulanan, yaitu diserahkan beberapa kali dalam tempo tertentu yaitu paling lama dalam jangka waktu 2 (dua) tahun.

Apabila pemberian uang pesangon, UMP, uang THT, uang JHT dilaksanakan secara sekaligus, berlaku ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2009 Tentang Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, Dan Jaminan Hari Tua Yang Dibayarkan Sekaligus, dan PPh Pasal 21 yang dipungut bersifat final.

Penghitungan besarnya PPh 21 bersifat satu kesatuan/bersifat kumulatif walaupun terjadinya dalam kurun waktu 2 tahun. Apabila memasuki tahun ke-3 pembayaran uang pesangon, UMP, uang THT, uang JHT masih tersisa, pengenaan PPh Pasal 21 berdasarkan tarif PPh Pasal 17 KUP dan tidak final.

Tarif PPh Pasal 21 Atas Pesangon yang Dibayar Sekaligus :

Penghasilan Tarif Pajak
Rp50.000.000,00 0%
> Rp50.000.000,00  s.d  Rp 100.000.000,00 5%
> Rp 100.000.000,00  s.d  Rp500.000.000,00 15%
lebih dari Rp500.000.000,00 25%

Saat terutang PPh Pasal 21 atas uang pesangon adalah: i) saat dibayarkan sekaligus kepada WP penerima pensiun secara langsung atau dibayarkan/dialihkan sekaligus melalui Badan Pengelola Dana Pesangon Tenaga Kerja, atau ii) saat diterima oleh WP penerima pensiun bila pemberi kerja tidak membayarkan/mengalihkan pesangon secara sekaligus kepada Badan Pengelola Dana Pesangon Tenaga Kerja, hal tersebut terjadi mungkin karena alasan likuiditas dari pemberi kerja atau lainnya. Pemberi kerja/badan pengelola pensiun wajib memotong PPh Pasal 21 pada saat terutang PPh tersebut.

Tarif PPh Pasal 21 Atas UMP, uang THT, uang JHT yang Dibayarkan Sekaligus:

Penghasilan Tarif Pajak
Rp50.000.000,00 0%
lebih dari Rp50.000.000,00 5%

Saat terutang PPh Pasal 21 atas UMP, uang THT, uang JHT yang dibayarkan sekaligus adalah: i) saat dibayarkan sekaligus kepada WP penerima pensiun secara langsung atau dibayarkan/dialihkan sekaligus melalui Dana Pensiun Tenaga Kerja atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan, atau ii) saat pemberi kerja mengalihkan UMP ke dalam bentuk anuitas seumur hidup bagi WP penerima pensiun.

Kepada WP penerima pensiun wajib diberikan bukti potong PPh Pasal 21 walaupun nilainya Nihil.

Sumber:

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2009 Tentang Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, Dan Jaminan Hari Tua Yang Dibayarkan Sekaligus.

Tinggalkan komentar

Filed under Tax Looks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s