<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ilmu Perpajakan</title>
	<atom:link href="http://dahusna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dahusna.wordpress.com</link>
	<description>Seputar Dunia Perpajakan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Oct 2010 02:37:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dahusna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/167fa4d69ef72fcbfde2e44d4a04d17c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ilmu Perpajakan</title>
		<link>http://dahusna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dahusna.wordpress.com/osd.xml" title="Ilmu Perpajakan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dahusna.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Transfer Pricing : Nilai Wajar atas Transaksi Khusus</title>
		<link>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-nilai-wajar-atas-transaksi-khusus/</link>
		<comments>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-nilai-wajar-atas-transaksi-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 02:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Husna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Looks]]></category>
		<category><![CDATA[Tax Treaty]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Pricing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dahusna.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu dari wujud transfer harga adalah melalui pemanfaatan jasa dari luar negeri, pemanfaatan aktiva tidak berwujud ataupun pengalihan aktiva tidak berwujud. Berikut ini adalah kondisi yang harus ada agar transaksi tersebut dianggap telah memenuhi kewajaran dan kelaziman uhasa sbb.: &#8230; <a href="http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-nilai-wajar-atas-transaksi-khusus/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=451&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu dari wujud transfer harga adalah melalui pemanfaatan jasa dari luar negeri, pemanfaatan aktiva tidak berwujud ataupun pengalihan aktiva tidak berwujud. Berikut ini adalah kondisi yang harus ada agar transaksi tersebut dianggap telah memenuhi kewajaran dan kelaziman uhasa sbb.:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="31" valign="top">
<p style="text-align:center;">No</p>
</td>
<td width="204" valign="top">Transaksi</td>
<td width="355" valign="top">
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;">Dianggap memenuhi Prinsip Kewajaran</span> dan Kelaziman Usaha sepanjang memenuhi</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">1.</td>
<td width="204" valign="top">Transaksi jasa yang dilakukan antara Wajib Pajak dengan pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa, termasuk juga biaya/pengeluaran :</p>
<ol>
<li>kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan induk,</li>
<li>kewajiban pelaporan perusahaan induk,</li>
<li>perolehan dana/modal yang dipergunakan untuk pengambilalihan kepemilikan perusahaan dalam kelompok usaha</li>
</ol>
</td>
<td width="355" valign="top"> </p>
<ol>
<li>penyerahan atau perolehan jasa benar-benar terjadi ;</li>
<li>terdapat manfaat ekonomis atau komersial dari perolehan jasa ; dan</li>
<li>nilai transaksi jasa antara pihak-pihak yang mempunyai mempunyai Hubungan Istimewa sama dengan nilai transaksi jasa yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa yang mempunyai kondisi yang sebanding, atau yang dilakukan sendiri oleh Wajib Pajak untuk keperluannya.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">2.</td>
<td width="204" valign="top">Transaksi pemanfaatan harta tidak berwujud yang dilakukan antara Wajib Pajak dengan pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa</td>
<td width="355" valign="top">
<ol>
<li>transaksi pemanfaatan harta tidak berwujud benar-benar terjadi ;</li>
<li>terdapat manfaat ekonomis atau komersial ; dan</li>
<li>transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai mempunyai Hubungan Istimewa mempunyai nilai yang sama dengan transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa yang mempunyai kondisi yang sebanding dengan menerapkan Analisis kesebandingan dan menerapkan metode Penentuan Harga Transfer yang tepat ke dalam transaksi.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">3.</td>
<td width="204" valign="top">Transaksi pengalihan harta tidak berwujud yang dilakukan antara Wajib Pajak dengan pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa</td>
<td width="355" valign="top">
<ol>
<li>transaksi pengalihan harta tidak berwujud benar-benar terjadi ; dan</li>
<li>nilai pengalihan harta tidak berwujud antara pihak-pihak yang mempunyai mempunyai Hubungan istimewa sama dengan nilai pengalihan harta tidak berwujud yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa yang mempunyai kondisi yang sebanding.</li>
</ol>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dokumen penentuan Harga Wajar atau Laba Wajar yang harus disediakan oleh Wajib Pajak sekurang-kurangnya mencakup :</p>
<ol>
<li>gambaran perusahaan secara rinci seperti struktur kelompok usaha,struktur kepemilikan, struktur organisasi, aspek-aspek operasional kegiatan usaha, daftar pesaing usaha, dan gambaran Iingkungan usaha;</li>
<li>kebijakan penetapan harga dan/atau penetapan alokasi biaya;</li>
<li>hasil Analisis Kesebandingan atas karakteristik produk yang diperjualbelikan, hasil analisis fungsional, kondisi ekonomi, ketentuan-ketentuan dalam kontrak/perjanjian, dan strategi usaha;</li>
<li>pembanding yang terpilih; dan</li>
<li>catatan mengenai penerapan metode penentuan Harga Wajar atau Laba Wajar yang dipilih oleh Wajib Pajak.<span id="more-451"></span></li>
</ol>
<p>Jika Wajib Pajak tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai dan/atau menunjukkan dokumen pendukung penerapan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman, maka Direktur Jenderal Pajak berwenang menetapkan Harga Wajar atau Laba Wajar berdasarkan data atau dokumen lain dan metode penentuan Harga Wajar atau Laba Wajar yang dinilai tepat oleh Direktorat Jenderal Pajak sesuai dengan kewenangan berdasarkan Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang KUP.</p>
<p><strong>Common Terms in Transfer Pricing</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="600">
<tbody>
<tr>
<td width="180" valign="top">APA (Advance Pricing Arrangement)</td>
<td width="420" valign="top">An arrangement that determines in advance an appropriate set of criteria (eg method, comparables, critical assumptions) to determine the transfer pricing of certain transactions over a fixed period of time.  See also Bilateral APA, domestic APA, Unilateral APA</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Arm’s length principle</td>
<td width="420" valign="top">The agreed international standard to be used for determining transfer prices for tax purposes</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Article 7 (Business Profits Article)</td>
<td width="420" valign="top">Article 7 of the OECD Model DTA. Provides rules on how to attribute income to Permanent Establishments</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Article 9 (Associated Enterprises Article)</td>
<td width="420" valign="top">Article 9 of the OECD Model DTA. Provides rules on how to address non-arm’s length pricing between separate related parties (enterprises)</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Associated Enterprises</td>
<td width="420" valign="top">Related parties. Specifically defined in Article 9 of most DTAs. </td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Bilateral APA</td>
<td width="420" valign="top">Also known as a MAP APA.  An APA concluded between two revenue authorities covering transactions of related parties in those two jurisdictions</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Comparability Analysis</td>
<td width="420" valign="top">A comparison of the controlled transaction(s) under review with similar arm’s length transaction(s)</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Competent Authority</td>
<td width="420" valign="top">Person with the authority to act on behalf of a revenue administration in dealings with other revenue administrations</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Controlled transaction</td>
<td width="420" valign="top">A non-arm’s length transaction</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Division 13</td>
<td width="420" valign="top">Division of Australia’s tax law that deals with transfer pricing</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Domestic APA</td>
<td width="420" valign="top">Domestic component of a bilateral APA: Agreements are signed between the two tax administrations, then each tax administration signs a domestic APA (reflecting the same terms) with its taxpayer</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">DTA (Double Tax Agreement)</td>
<td width="420" valign="top">Agreement between two governments for the avoidance of double taxation and the prevention of fiscal evasion.  Also known as Treaties, Double Tax Treaties or Double Tax Conventions</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">FAR</td>
<td width="420" valign="top">Functions, Assets, Risks</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Functional Analysis</td>
<td width="420" valign="top">An analysis of the relevant functions, assets and risks</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">MAP (Mutual Agreement Procedure)</td>
<td width="420" valign="top">A means through which tax administrations consult to resolve disputes regarding the application of DTAs.  Can be used to eliminate double taxation that could arise from a transfer pricing adjustment</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">MNE (multinational enterprise or MNE Group)</td>
<td width="420" valign="top">A group of associated enterprises with business establishments in two or more countries</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">PE (Permanent Establishment)</td>
<td width="420" valign="top">Generally a branch part of the same legal entity as an overseas enterprise.  Specifically defined in most DTAs (and in domestic law). </td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Uncontrolled transaction</td>
<td width="420" valign="top">A transaction between independent (arm’s length) enterprises acting wholly independently</td>
</tr>
<tr>
<td width="180" valign="top">Unilateral APA</td>
<td width="420" valign="top">An APA concluded between one taxpayer and one revenue administration.  May cover all the related party international dealings of that taxpayer.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> Peraturan terkait :</p>
<ol>
<li>Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh;</li>
<li>Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPN;</li>
<li>Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang 16 Tahun 2009 tentang KUP;</li>
<li>Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-43/PJ/2010 Tentang Penerapan Prinsip Kewajaran Dan Kelaziman Usaha Dalam Transaksi Antara Wajib Pajak Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa;</li>
<li>Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep-01/PJ.7/1993 Tentang Pedoman Pemeriksaan Pajak Terhadap Wajib Pajak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep- 01/PJ.7/1993 Tentang Pedoman Pemeriksaan Pajak Terhadap Wajib Pajak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://dahusna.wordpress.com/category/tax-looks/'>Tax Looks</a> Tagged: <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/tax-treaty/'>Tax Treaty</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/transfer-pricing/'>Transfer Pricing</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dahusna.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dahusna.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dahusna.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dahusna.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dahusna.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dahusna.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dahusna.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dahusna.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dahusna.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dahusna.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dahusna.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dahusna.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dahusna.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dahusna.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=451&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-nilai-wajar-atas-transaksi-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b7567ea386348d4af4a0e1480d31fc7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Husna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transfer Pricing : Langkah-Langkah Penentuan Metode Harga Transfer Yang Tepat</title>
		<link>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penentuan-metode-harga-transfer-yang-tepat/</link>
		<comments>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penentuan-metode-harga-transfer-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 02:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Husna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Looks]]></category>
		<category><![CDATA[Tax Treaty]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Pricing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dahusna.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Penetuan metode harga transfer harus dilakukan secara hierarkis/bertahap secara berurutan dimulai dari metode CUP, RPM, CPM, PSM dan TNMM. Jika Metode CUP tidak sesuai kriteria, maka penentuan diteruskan dengan metode RPM, jika Metode RPM ternyata cocok dengan kriteria/kondisi usaha Wajib &#8230; <a href="http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penentuan-metode-harga-transfer-yang-tepat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=447&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Penetuan metode harga transfer harus dilakukan secara hierarkis/bertahap secara berurutan dimulai dari metode CUP, RPM, CPM, PSM dan TNMM. Jika Metode CUP tidak sesuai kriteria, maka penentuan diteruskan dengan metode RPM, jika Metode RPM ternyata cocok dengan kriteria/kondisi usaha Wajib Pajak, maka Wajib Pajak tidak perlu melanjutkan penelitian metode harga transfer yang selanjutnya. Apabila tidak ada satupun metode cocok dengan kondisi usaha Wajib Pajak, maka dapat menerapkan metode TNMM. Masing-masing metode mempunyai kondisi yang harus dipenuhi agar dapat dipakai untuk mendapatkan Harga Transfer yang tepat sbb.:</p>
<p style="text-align:justify;"> <span id="more-447"></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" width="590" valign="top">Penentuan Metode Harga Transfer Yang Tepat</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">No</td>
<td width="120" valign="top">Metode Harga Transfer</td>
<td width="439" valign="top">Tepat Diterapkan Dalam Kondisi</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">1.</td>
<td width="120" valign="top">CUP</td>
<td width="439" valign="top">
<ol>
<li>barang atau jasa yang ditransaksikan memiliki karakteristik yang identik dalam kondisi yang sebanding ; atau</li>
<li>kondisi transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan pihak-pihak yang tidak memiliki Hubungan Istimewa identik atau memiliki tingkat kesebandingan yang tinggi atau dapat dilakukan penyesuaian yang akurat untuk menghilangkan pengaruh dari perbedaan kondisi yang timbul .</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">2.</td>
<td width="120" valign="top">RPM</td>
<td width="439" valign="top">
<ol>
<li>tingkat kesebandingan yang tinggi antara transaksi antara Wajib Pajak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antara Wajib Pajak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa,khususnya tingkat kesebandingan berdasarkan hasil analisis fungsi, meskipun barang atau jasa yang diperjualbelikan berbeda; dan</li>
<li>pihak penjual kembali (reseller) tidak memberikan nilai tambah yang signifikan atas barang atau jasa yang diperjualbelikan.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">3.</td>
<td width="120" valign="top">CMP</td>
<td width="439" valign="top">
<ol>
<li>barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa;</li>
<li>terdapat kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (joint facility agreement) atau kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa; atau</li>
<li>bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">4.</td>
<td width="120" valign="top">PSM</td>
<td width="439" valign="top">
<ol>
<li>transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa sangat terkait satu sama lain sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan kajian secara terpisah ; atau</li>
<li>terdapat barang tidak berwujud yang unik antara pihak-pihak yang bertransaksi yang menyebabkan kesulitan dalam menemukan data pembanding yang tepat.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">5.</td>
<td width="120" valign="top">TNMM</td>
<td width="439" valign="top">Dalam hal kondisi-kondisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3)tidak terpenuhi maka metode laba bersih transaksional (transactional net margin methodlTNMM) dapat diterapkan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;">Data pembanding yang valid dari hasil analisis kesebandingan selanjutnya diolah menggunakan salah satu metode Harga Transfer yang paling cocok dengan kondisi usaha Wajib Pajak sehingga hasil akhir adalah menghasilkan harga atau laba usaha yang memenuhi prinsip kewajaran dan kelaziman usaha.</p>
<p> </p>
<p>Bersambung&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://dahusna.wordpress.com/category/tax-looks/'>Tax Looks</a> Tagged: <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/tax-treaty/'>Tax Treaty</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/transfer-pricing/'>Transfer Pricing</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dahusna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dahusna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dahusna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dahusna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dahusna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dahusna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dahusna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dahusna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dahusna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dahusna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dahusna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dahusna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dahusna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dahusna.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=447&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penentuan-metode-harga-transfer-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b7567ea386348d4af4a0e1480d31fc7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Husna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transfer Pricing : Langkah-Langkah Penerapan Analisis Kesebandingan</title>
		<link>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penerapan-analisis-kesebandingan/</link>
		<comments>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penerapan-analisis-kesebandingan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 02:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Husna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Looks]]></category>
		<category><![CDATA[P3B]]></category>
		<category><![CDATA[Tax Treaty]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Pricing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dahusna.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah faktor-faktor identifikasi data pembanding yang akan diperbandingkan sbb: Analisis Tingkat Kesebandingan Data Pembanding Eksternal No Unsur/Faktor kesebandingan Sub Faktor yang di identifikasi dan perbandingkan 1 Karakteristik barang/harta berwujud dan barang/harta tidak berwujud yang diperjualbelikan, termasuk jasa a. &#8230; <a href="http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penerapan-analisis-kesebandingan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=444&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah faktor-faktor identifikasi data pembanding yang akan diperbandingkan sbb:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="5" width="590" valign="top">Analisis Tingkat Kesebandingan Data Pembanding Eksternal</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">No</td>
<td width="164" valign="top">Unsur/Faktor kesebandingan</td>
<td colspan="3" width="396" valign="top">Sub Faktor yang di identifikasi dan perbandingkan</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="3" width="31" valign="top">1</td>
<td rowspan="3" width="164" valign="top">Karakteristik barang/harta berwujud dan barang/harta tidak berwujud yang diperjualbelikan, termasuk jasa</td>
<td width="31" valign="top">a.</td>
<td width="126" valign="top">karakteristik barang/harta berwujud</td>
<td width="239" valign="top">
<ol>
<li>ciri-ciri fisik barang ;</li>
<li>kualitas barang ;</li>
<li>daya tahan barang ;</li>
<li>tingkat ketersediaan barang ; dan</li>
<li>jumlah penawaran barang.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">b.</td>
<td width="126" valign="top">karakteristik barang/harta tidak berwujud</td>
<td width="239" valign="top">
<ol>
<li>jenis transaksi ;</li>
<li>jenis barang tidak berwujud yang diserahkan</li>
<li>jangka waktu dan tingkat perlindungan yang diberikan</li>
<li>potensi manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan barang</li>
<li>tidak berwujud tersebut</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">c.</td>
<td width="126" valign="top">Jasa</td>
<td width="239" valign="top">
<ol>
<li>sifat dan jenis jasa ; dan</li>
<li>cakupan pemberian jasa</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">2</td>
<td width="164" valign="top">Fungsi masing-masing pihak yang melakukan transaksi</td>
<td colspan="3" width="396" valign="top">
<ol>
<li>struktur organisasi ;</li>
<li>fungsi-fungsi utama yang dijalankan oleh suatu perusahaan seperti desain,pengolahan, perakitan, penelitian, pengembangan,pelayanan, pembelian, distribusi, pemasaran, promosi, transportasi,keuangan, dan manajemen ;</li>
<li>jenis aktiva yang digunakan atau akan digunakan seperti tanah, bangunan, peralatan, dan harta tidak berwujud, serta sifat dari aktiva tersebut seperti umur, harga pasar, dan lokasi</li>
<li>risiko yang mungkin timbul dan harus ditanggung oleh masing masing pihak yang melakukan transaksi seperti risiko pasar, risiko kerugian investasi, dan risiko keuangan.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">3</td>
<td width="164" valign="top">Ketentuan-ketentuan dalam kontrak/perjanjian</td>
<td colspan="3" width="396" valign="top">Tingkat tanggung jawab, risiko, dan keuntungan yang dibagi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">4</td>
<td width="164" valign="top">Keadaan ekonomi</td>
<td colspan="3" width="396" valign="top">Keadaan geografis, luas pasar, tingkat persaingan,tingkat permintaan dan penawaran, serta tingkat ketersediaan barang ataujasa pengganti</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">5</td>
<td width="164" valign="top">Strategi usaha</td>
<td colspan="3" width="396" valign="top">Inovasi dan pengembangan produk baru, tingkat diversifikasi barang/jasa, tingkat penetrasi pasar, dan kebijakan-kebijakan usaha lainnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;">Transaksi yang dilakukan antara Wajib Pajak dengan pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa <span style="text-decoration:underline;">dianggap sebanding</span> <span id="more-444"></span>dengan transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa dalam hal :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>tidak terdapat perbedaan kondisi yang material atau signifikan yang dapat mempengaruhi harga atau laba dari transaksi yang diperbandingkan; atau</li>
<li>terdapat perbedaan kondisi, namun dapat dilakukan penyesuaian untuk menghilangkan pengaruh yang material atau signifikan dari perbedaan kondisi tersebut terhadap harga atau laba.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Yang dimaksudkan, pada angka 2, sebagai tindakan penyesuaian untuk menghilangkan pengaruh yang material atau signifikan dari perbedaan kondisi usaha terhadap harga atau laba, adalah harga transfer dari transaksi yang terjadi antara Wajib Pajak dengan pihak afiliasi yang memiliki hubungan istimewa masih dapat dikoreksi agar sesuai dengan data pembanding dari transaksi dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa yang memiliki kesamaan kondisi usaha dengan kondisi usaha dari Wajib Pajak. Data pembanding dapat berupa data pembanding internal ataupun data pembanding eksternal. Sedangkan yang dimaksud dengan ’Tidak berpengaruh secara material dan signifikan’ yaitu apabila transaksi yang dilakukan oleh Wajib Pajak dengan pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa yang mempunyai nilai penghasilan atau pengeluaran tidak melampaui Rp 10.000.000,00.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan kondisi transaksi antara transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan transaksi antara pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa secara relatif dapat diminimalkan dengan memberikan nilai atau pembobotan terhadap terhadap data pembanding yang meliputi lima faktor kesebandingan pada tabel diatas sehingga kondisi transaksi/usaha dari data pembanding mendekati/sama dengan kondisi transaksi/usaha dari Wajib Pajak. Usaha lain dapat juga dengan memilih beberapa data pembanding dari berbagai sumber yang selanjutnya dilakukan analisis dan memberikan penilaian, selajutnya dilakukan pemilihan data pembanding yang paling mendekati kondisi usaha dari Wajib Pajak. Data pembanding hasil analisis kesebandingan dapat berupa harga jual, harga beli, rasio gross profit atau rasio net profit baik itu terhadap sales, terhadap COGS, terhadap aktiva, terhadap inventori dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mendapatkan data pembanding langkah selanjutnya adalah menetukan metode harga transfer yang sesuai. Setiap metode memiliki kriteria tersendiri yang harus sesuai dengan kondisi usaha dari Wajib Pajak.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersambung..</p>
<br />Filed under: <a href='http://dahusna.wordpress.com/category/tax-looks/'>Tax Looks</a> Tagged: <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/p3b/'>P3B</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/tax-treaty/'>Tax Treaty</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/transfer-pricing/'>Transfer Pricing</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dahusna.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dahusna.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dahusna.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dahusna.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dahusna.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dahusna.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dahusna.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dahusna.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dahusna.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dahusna.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dahusna.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dahusna.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dahusna.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dahusna.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=444&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-penerapan-analisis-kesebandingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b7567ea386348d4af4a0e1480d31fc7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Husna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transfer Pricing : Langkah Langkah Menerapkan Prinsip Kewajaran Dan Kelaziman Usaha</title>
		<link>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-menerapkan-prinsip-kewajaran-dan-kelaziman-usaha/</link>
		<comments>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-menerapkan-prinsip-kewajaran-dan-kelaziman-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 01:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Husna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Looks]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Kena Pajak Dari Luar Daerah Pabean]]></category>
		<category><![CDATA[Tax Treaty]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Pricing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dahusna.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[’Pada umumnya pengusaha, dalam menetapkan harga transfer, tidak memiliki kebijakan harga transfer yang standar sesuai dengan guidance dari OECD. Hal ini dapat dimengerti karena dalam praktek usaha semua kebijakan penetapan harga jual ataupun beli cenderung ditetapkan oleh perusahaan afiliasi di &#8230; <a href="http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-menerapkan-prinsip-kewajaran-dan-kelaziman-usaha/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=440&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>’Pada umumnya pengusaha, dalam menetapkan harga transfer, tidak memiliki kebijakan harga transfer yang standar sesuai dengan guidance dari OECD. Hal ini dapat dimengerti karena dalam praktek usaha semua kebijakan penetapan harga jual ataupun beli cenderung ditetapkan oleh perusahaan afiliasi di manca negara sebagai pemegang saham dominan&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Langkah Langkah Menerapkan Prinsip Kewajaran Dan Kelaziman Usaha</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Konon kabarnya terdapat beberapa perusahaan multi nasional yang melakukan praktek transfer harga yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan kelaziman usaha, sehingga bisa terjadi sebuah perusahaan yang telah berdiri lebih dari lima tahun selalu menderita rugi fiscal tapi tetap bisa eksis beroperasi sampai dengan saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak adanya kebijakan harga transfer yang jelas yang dipakai pengusaha (baca Wajib Pajak) bisa mengakibatkan terjadinya koreksi fiscal oleh pemeriksa pajak, yang kemudian akan berujung ke pengajuan Keberatan dan dilanjutkan ke pengajuan Banding di Pengadilan Pajak. Kebijakan <em>Transfer Pricing</em> yang dipakai oleh aparat perpajakan adalah mengacu kepada kebijakan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak</p>
<p style="text-align:justify;">Nomor Per-43/PJ/2010 Tentang Penerapan Prinsip Kewajaran Dan Kelaziman Usaha Dalam Transaksi Antara Wajib Pajak Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa, yang juga sesuai dengan  <em>Transfer Pricing Guidelines for Multinational Enterprises and Tax Administrations</em><em> </em>yang diterbitkan oleh<em> Organisation For Economic Co-Operation And Development (OECD).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kebijakan harga transfer yang disarankan adalah :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Metode perbandingan harga antara pihak yang independen <em>comparable uncontrolled price</em> (CUP) adalah metode Penentuan Harga Transfer yang dilakukan dengan membandingkan harga dalam transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan harga dalam transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa dalam kondisi atau keadaan yang sebanding;</li>
<li>Metode harga penjualan kembali <em>(resale price method/RPM)</em> adalah metode Penentuan Harga Transfer yang dilakukan dengan membandingkan harga dalam transaksi suatu produk yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan harga jual kembali produk tersebut setelah dikurangi laba kotor wajar, yang mencerminkan fungsi, aset dan risiko, atas penjualan kembali produk tersebut kepada pihak lain yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa atau penjualan kembali produk yang dilakukan dalam kondisi wajar;</li>
<li>Metode biaya-plus <em>(cost plus methode / CPM)</em> adalah metode Penentuan Harga Transfer yang dilakukan dengan menambahkan tingkat laba kotor wajar yang diperoleh perusahaan yang sama dari transaksi dengan pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa atau tingkat laba kotor wajar yang diperoleh perusahaan lain dari transaksi sebanding dengan pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa pada harga pokok penjualan yang telah sesuai dengan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha;</li>
<li>Metode pembagian laba <em>(profit split method / PSM)</em> adalah metode Penentuan Harga Transfer berbasis laba transaksional <em>(transactional profit method)</em> yang dilakukan dengan mengidentifikasi laba gabungan atas transaksi afiliasi yang akan dibagi oleh pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa tersebut dengan menggunakan dasar yang dapat diterima secara ekonomi yang memberikan perkiraan pembagian laba yang selayaknya akan terjadi dan akan tercermin dari kesepakatan antar pihak-pihak yang tidak mempunyai HubunganIstimewa;</li>
<li>Metode laba bersih transaksional <em>(transactional net margin method/TNMM)</em> adalah metode Penentuan Harga Transfer yang dilakukan dengan membandingkan persentase laba bersih operasi terhadap biaya, terhadap penjualan, terhadap aktiva, atau terhadap dasar lainnya atas transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan persentase laba bersih operasi yang diperoleh atas transaksi sebanding dengan pihak lain yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa atau persentase laba bersih operasi yang diperoleh atas transaksi sebanding yang dilakukan oleh pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa lainnya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Pengusaha dapat memilih salah satu metode harga transfer yang paling sesuai dengan kondisi usahanya untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menetapkan harga transfer yang wajar ketika melakukan transaksi dengan perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa.</p>
<p style="text-align:justify;">Penerapan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>melakukan Analisis Kesebandingan dan menentukan pembanding ;</li>
<li>menentukan metode Penentuan Harga Transfer yang tepat ;</li>
<li>menerapkan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha berdasarkan hasil Analisis Kesebandingan dan metode Penentuan Harga Transfer yang tepat ke dalam transaksi yang dilakukan antara Wajib Pajak dengan pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa ; dan</li>
<li>mendokumentasikan setiap langkah dalam menentukan Harga Wajar atau Laba Wajar sesuai dengan ketentuan perundangundangan perpajakan yang berlaku.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dalam melaksanakan analisis kesebandingan antara data pembanding dari transaksi yang independen dengan data transaksi dengan perusahaan yang memiliki hubungan istimewa harus memperhatikan faktor-faktor sbb:</p>
<p style="text-align:justify;">Bersambung..</p>
<br />Filed under: <a href='http://dahusna.wordpress.com/category/tax-looks/'>Tax Looks</a> Tagged: <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/jasa-kena-pajak-dari-luar-daerah-pabean/'>Jasa Kena Pajak Dari Luar Daerah Pabean</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/tax-treaty/'>Tax Treaty</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/transfer-pricing/'>Transfer Pricing</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dahusna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dahusna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dahusna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dahusna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dahusna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dahusna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dahusna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dahusna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dahusna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dahusna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dahusna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dahusna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dahusna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dahusna.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=440&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dahusna.wordpress.com/2010/09/21/transfer-pricing-langkah-langkah-menerapkan-prinsip-kewajaran-dan-kelaziman-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b7567ea386348d4af4a0e1480d31fc7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Husna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persyaratan Formal Gugatan dan Banding Perpajakan di Pengadilan Pajak</title>
		<link>http://dahusna.wordpress.com/2010/05/27/persyaratan-formal-gugatan-dan-banding-perpajakan-di-pengadilan-pajak/</link>
		<comments>http://dahusna.wordpress.com/2010/05/27/persyaratan-formal-gugatan-dan-banding-perpajakan-di-pengadilan-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 09:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Husna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Looks]]></category>
		<category><![CDATA[Banding]]></category>
		<category><![CDATA[Gugatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Perpajakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dahusna.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bagi Wajib Pajak yang akan mengajukan banding atau gugatan ke Pengasilan Pajak kira-kira persyaratan inilah yang menjadi pedoman (di Direktorat Jenderal Pajak) yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak&#8220; Persyaratan Formal Gugatan Gugatan diajukan dengan surat gugatan dalam Bahasa Indonesia kepada &#8230; <a href="http://dahusna.wordpress.com/2010/05/27/persyaratan-formal-gugatan-dan-banding-perpajakan-di-pengadilan-pajak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=430&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Bagi Wajib Pajak yang akan mengajukan banding atau gugatan ke Pengasilan Pajak kira-kira persyaratan inilah yang menjadi pedoman (di Direktorat Jenderal Pajak) yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak</em>&#8220;</p>
<p><strong><em>Persyaratan Formal Gugatan</em></strong></p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Gugatan diajukan dengan surat gugatan      dalam Bahasa Indonesia kepada Pengadilan Pajak,</li>
<li style="text-align:justify;">Gugatan dilakukan dalam jangka waktu      30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterima surat keputusan yang digugat      atau dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal pelaksanaan      penagihan pajak,</li>
<li style="text-align:justify;">Terhadap 1 (satu) objek gugatan      diajukan 1 (satu) surat gugatan,</li>
<li style="text-align:justify;">Gugatan diajukan dengan disertai      alasan-alasan yang jelas dan mencantumkan tanggal terima Surat Keputusan      Direktur Jenderal Pajak serta mencantumkan nomor dan tanggal Surat      Keputusan Direktur Jenderal Pajak yang diajukan gugatan,</li>
<li style="text-align:justify;">Bersama surat gugatan dilampirkan      salinan dokumen yang digugat,</li>
<li style="text-align:justify;">Surat gugatan ditanda tangani oleh      pemohon gugatan atau kuasanya yang dilampiri dengan surat kuasa khusus.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Persyaratan Formal Banding</strong></p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Banding diajukan dengan surat banding      dalam Bahasa Indonesia kepada Pengadilan Pajak,</li>
<li style="text-align:justify;">Banding dilakukan dalam jangka waktu      3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima surat keputusan dibanding,</li>
<li style="text-align:justify;">Terhadap 1 (satu) keputusan diajukan      1 (satu) surat banding,</li>
<li style="text-align:justify;">Banding diajukan dengan disertai      alasan-alasan yang jelas dan mencantumkan tanggal terima Surat Keputusan      Direktur Jenderal Pajak serta mencantumkan nomor dan tanggal Surat      Keputusan Direktur Jenderal Pajak yang diajukan banding,</li>
<li style="text-align:justify;">Bersama surat banding dilampirkan      salinan surat keputusan yang dibanding</li>
<li style="text-align:justify;">Bersama surat banding dilampirkan      bukti pembayaran 50% atas pajak yang terutang (khusus berlaku untuk tahun      pajak 2007 dan sebelumnya saja),</li>
<li style="text-align:justify;">Pada surat banding dilampiri bukti      pembayaran atas pajak yang masih harus dibayar sesuai yang telah disetujui      dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan (berlaku khusus untuk tahun pajak      2008 dan seterusnya saja),</li>
<li style="text-align:justify;">Surat banding ditanda tangani oleh      pemohon banding atau kuasanya dilampiri dengan surat kuasa khusus.</li>
</ol>
<p>Sumber :</p>
<p style="text-align:justify;">Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-28/PJ./2010 tentang Prosedur Penanganan Surat Uraian Banding atau Surat Tanggapan dan Persiapan Menghadiri Persidangan Banding atau Gugatan di Pengadilan Pajak</p>
<br />Filed under: <a href='http://dahusna.wordpress.com/category/tax-looks/'>Tax Looks</a> Tagged: <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/banding/'>Banding</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/gugatan/'>Gugatan</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/pengadilan-pajak/'>Pengadilan Pajak</a>, <a href='http://dahusna.wordpress.com/tag/sengketa-perpajakan/'>Sengketa Perpajakan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dahusna.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dahusna.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dahusna.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dahusna.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dahusna.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dahusna.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dahusna.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dahusna.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dahusna.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dahusna.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dahusna.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dahusna.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dahusna.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dahusna.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dahusna.wordpress.com&amp;blog=8043478&amp;post=430&amp;subd=dahusna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dahusna.wordpress.com/2010/05/27/persyaratan-formal-gugatan-dan-banding-perpajakan-di-pengadilan-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b7567ea386348d4af4a0e1480d31fc7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Husna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
