Transfer Pricing : Langkah-Langkah Penentuan Metode Harga Transfer Yang Tepat

Penetuan metode harga transfer harus dilakukan secara hierarkis/bertahap secara berurutan dimulai dari metode CUP, RPM, CPM, PSM dan TNMM. Jika Metode CUP tidak sesuai kriteria, maka penentuan diteruskan dengan metode RPM, jika Metode RPM ternyata cocok dengan kriteria/kondisi usaha Wajib Pajak, maka Wajib Pajak tidak perlu melanjutkan penelitian metode harga transfer yang selanjutnya. Apabila tidak ada satupun metode cocok dengan kondisi usaha Wajib Pajak, maka dapat menerapkan metode TNMM. Masing-masing metode mempunyai kondisi yang harus dipenuhi agar dapat dipakai untuk mendapatkan Harga Transfer yang tepat sbb.:

 

Penentuan Metode Harga Transfer Yang Tepat
No Metode Harga Transfer Tepat Diterapkan Dalam Kondisi
1. CUP
  1. barang atau jasa yang ditransaksikan memiliki karakteristik yang identik dalam kondisi yang sebanding ; atau
  2. kondisi transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan pihak-pihak yang tidak memiliki Hubungan Istimewa identik atau memiliki tingkat kesebandingan yang tinggi atau dapat dilakukan penyesuaian yang akurat untuk menghilangkan pengaruh dari perbedaan kondisi yang timbul .
2. RPM
  1. tingkat kesebandingan yang tinggi antara transaksi antara Wajib Pajak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antara Wajib Pajak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa,khususnya tingkat kesebandingan berdasarkan hasil analisis fungsi, meskipun barang atau jasa yang diperjualbelikan berbeda; dan
  2. pihak penjual kembali (reseller) tidak memberikan nilai tambah yang signifikan atas barang atau jasa yang diperjualbelikan.
3. CMP
  1. barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa;
  2. terdapat kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (joint facility agreement) atau kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa; atau
  3. bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.
4. PSM
  1. transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa sangat terkait satu sama lain sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan kajian secara terpisah ; atau
  2. terdapat barang tidak berwujud yang unik antara pihak-pihak yang bertransaksi yang menyebabkan kesulitan dalam menemukan data pembanding yang tepat.
5. TNMM Dalam hal kondisi-kondisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3)tidak terpenuhi maka metode laba bersih transaksional (transactional net margin methodlTNMM) dapat diterapkan

Data pembanding yang valid dari hasil analisis kesebandingan selanjutnya diolah menggunakan salah satu metode Harga Transfer yang paling cocok dengan kondisi usaha Wajib Pajak sehingga hasil akhir adalah menghasilkan harga atau laba usaha yang memenuhi prinsip kewajaran dan kelaziman usaha.

 

Bersambung…

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Tax Looks

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s